|

MENDAMPINGI
SI KECIL BERMAIN
Mendampingi si kecil
bermain,wow... kapan
waktunya? Memang
ndak ada
pekerjaan lain?
Mungkin ini jawaban
yang kita berikan
ketika ditanya
berapa kalikah dalam
sehari, seminggu,
sebulan atau bahkan
setahun kita
mendampingi
anak-anak kita
bermain.Atau lebih
pasnya, bermain
bermain
bersama sikecil?
Kalau jawaban Anda
seringkali, bahkan
Anda meluangkan
waktu khusus
mendampingi anak
bermain memang
itulah seharusnya.
Tapi jika jawaban
Anda, saking
sibuknya sehingga
tidak mempunyai
waktu untuk bermain
bersama anak,
kinilah saatnya kita
koreksi diri sebagai
orang tua.J
Sebagaimana kita
maklumi, bahwa masa
anak-anak adalah
masa bermain.
Sehingga pendidikan,
penanaman
nilai-nilai luhur,
sebaiknya
disampaikan
melalui permainan.
keterlibatan orang
tua dalam permainan
anak akan
sangat membahagiakan
anak dan menimbulkan
kesan yang mendalam
bagi anak.
bahkan kelak hingga
si anak telah dewasa.
WAKTU UNTUK BERSAMA
DENGAN ANAK
Survey membuktikan,
bahwa sebagian besar
remaja yang nakal
dan pecandu
narkoba adalah
mereka yang orang
tuanya sangat sibuk.
Mereka kurang
mendapat perhatian
maupun kasih sayang
dari orang tuanya.
Lalu mereka
mencarinya di luar
rumah. Namun yang
didapat bukan
membawanya pada
kebaikan, malah
justru menghancurkan
masa depannya.
Karena itu, untuk
membuat anak lebih
senang dan gembira
serta merasa
dibutuhkan dan
diperhatikan, wahai
para orang
tua,"luangkan waktu"
Anda
khusus untuk
anak-anak.
Garry Martin dan
Grayson Osborn
Psikolog dan penulis
buku 'Psychology
Adjusment and
Everyday Living'
berkata, "Manfaatkanlah
waktu yang ada.
'Pertama', janganlah
mempunyai anak bila
Anda tidak punya
waktu untuk
mereka. 'Kedua',
jika Anda punya
waktu, perhatikanlah
waktu itu dengan
serius. Inilah waktu
untuk saling
memahami, untuk
mendukung perilaku
kecil yang Anda
setujui dari tingkah
laku anak-anak
Anda.Jauh lebih baik
lagi jika Anda
memberikan dukungan
itu segera ketika
hal-hal kecil itu
terjadi."
Waktu, itulah yang
harus kita
perhatikan dan
luangkan. Waktu
untuk
memberi perhatian,
saling bercerita,
bercanda, memberi
kehangatan,
memberi nasihat
dengan cara yang
bersahabat dan penuh
kasih sayang.
Semua itu bisa
dibingkai dalam
bentuk permainan.
Bila perlu, buatlah
jadwal waktu untuk
bermain bersama.
Anak-anak pasti akan
gembira meski
waktu yang diberikan
hanya sebentar.
Karena yang penting
bukan lama atau
sebentarnya, tapi
kualitas kebersamaan
orang tua dengan
anak.
MENJADI PEMBIMBING
SEKALIGUS TEMAN
BERMAIN
Menjadi pembimbing
sekaligus teman
bermain bagi anak
berarti membuat
hubungan hangat,
ramah, akrab dan
menyenangkan dengan
anak. Ini menjadi
langkah awal untuk
mengembangkan kontak
antara orang tua
dengan anak.
Semakin besar usaha
orang tua untuk
mendampingi anak,
semakin besar pula
peranannya dalam
membatasi tingkah
laku anak sehingga
menjadi anak yang
diinginkan orang tua.
Sebagai pendamping
yang juga teman
bermain, hendaknya
orang tua dapat
mengarahkan anak,
sehingga anak dapat
mengambil manfaat
secara maksimum
dari mainan yang
dimilikinya. Jadi
bukan sekedar
bermain, tapi
bermain
yang bermakna.
Agar permainan lebih
bermakna, beberapa
hal berikut dapat
menjadi acuan
ketika orang tua
mendampingi si kecil
bermain.
*'Menjadi seorang
anak'. Orang tua
hendaknya bisa
berperan sebagai
anak,
tapi bukan
kekanak-kanakan.
Dengan berperan
sebagai seorang anak,
orang
tua akan lebih dapat
memahamipikiran dan
perasaan anak. Hal
ini akan
lebih memudahkan
orang tua dalam
berkomunikasi dengan
anak. Mengarahkan
supaya lebih serius,
lebih terarah. Jadi
bermain bersama anak
bukan
semata - mata untuk
rileks,
bersenda-gurau
maupun
bersenang-senang.
Lebih penting lagi
memanfaatkan momen
tersebut untuk
menanamkan
nilai-nilai
positifseperti
melatih ketekunan,
tanggungjawab dan
mengembangkan jiwa
sosial.
**'Aktif dalam
bermain'. Pada
kesempatan bermain
bersama, supaya ada
'take and give'.
Saling memberi dan
mengambil manfaat.
Orang tua bisa
mendorong
kreatifitas anak
dengan memberinya
mainan baru, dan
turut
aktif bermain dengan
anak. Sebagai
langkah awal, orang
tua bisa
bertindak sebagai
pembuat keputusan
dengan
memperkenalkan
konsep-konsep
permainan baru. Jika
anak sudah paham
dengan aturan main,
biarkan anak
meneruskannya
sendiri. Cara ini,
akan membantu anak
merasa lebih nyaman
dengan hal-hal baru
dan perubahan
situasi. Anak juga
akan menjadi lebih
percaya diri.
***'Mengenalkan
berbagai kegiatan'.
Menurut Dr.Ladle,
permainan dapat
mempengaruhi
perkembangan jiwa
anak. Permainan yang
baik adalah jenis
permainan yang dapat
menguatkan fisik dan
mental anak. Karena
itu,
Seyogyanya orang tua
memperkenalkan
berbagai jenis
kegiatan yang
dikemas
dalam bentuk
permainan. Aneka
kegiatan itu
hendaknya
disesuaikan dengan
kebutuhan, minat dan
kemampuan
inndividual anak.
kegiatan tersebut
misalnya bisa berupa
bermain bola,
disamping menguatkan
otot - otot juga
membuat anak
memahami fungsi dan
tabiat anggota
badannya. Menyusun
balok
- balok mainan yang
bisa mengasah
kecerdasan dan
berpikir kreatif.
Merangkai bunga yang
berguna untuk
menguatkan daya
penciuman. Atau
bermain alat - alat
pertukangan untuk
menumbuhkan jiwa
mandiri si lelaki
kecil. Boleh juga
mainan alat - alat
dapur, bagi anak
perempuan yang
nantinya bermanfaat
untuk perkembangan
jiwa mereka sebagai
wanita kelak.
****'Memberi contoh'.
Sebagus dan
secanggih apapun
jenis mainan, jika
anak tidak bisa
memainkan dan
memanfaatkannya
dengan baik, mainan
tersebut tidak akan
berguna bagi tumbuh
kembang tumbuh
kembang
kecerdasan anak.
Karena itu, orang
tua semestinya
memberikan contoh
cara
memainkannya melalui
cara bermain bersama
anak. Dari sini anak
akan
meniru apa yang
dilakukan orang tua
ketika bermain
bersamanya.
*****'Demokratis
dalam bermain'.
Adakalanya orang tua
suka main
perintah.
Padahal kata
perintah bukan hanya
tidak disuka oleh
orang - orang
dewasa, tapi manusia
kecil seperti anak -
anak juga tidak suka
apabila
diperintah -
perintah terus.
Kalimat yang baik
untuk memberikan
perintah
tanpa si anak merasa
diperintah adalah
dengan menggunakan
kata - kata
rayuan atau saran,
seperti : "Yuk, kita
pakai cara ini ," "Baiknya
ini
gimana?" atau "Bagaimana
kalau begini...."
dst. Yang penting
orang tua
harus mencari
kalimat persuasi
sehingga anak tidak
merasa diperintah .
Sehingga permainan
terasa lebih
menyenangkan.
******'Membanjiri
anak dengan cinta'.
Biasanya orang tua
terutama para
Bapak tidak sabaran
jika bermain dengan
anak - anak. Padahal,
sabar
alias tidak marah -
marah kepada anak
selama bermain akan
membuat anak
merasa aman, nyaman
dan dicintai. Anak
akan merasa berada
dalam
lindungan orang tua.
Dengan cinta tulus
orang tua, yang
ditunjukkan dengan
kemauan orang tua
masuk kedunia anak -
anak secara
totalitas, bukan
saja menjadikan anak
dapat menikmati
mainannya, melainkan
juga dapat
menjadikan anak
mandiri
serta dapat
mengembangkan
kreatifitasnya
melalui mainan
tersebut.
RASUL PUN BERMAIN
DENGAN ANAK - ANAK
Bermain dengan anak
- anak adalah sunnah
Rasul dan Rasulullah
SAW
sendiri melakukannya
bersama cucunya juga
anak - anak para
sahabat.
Sebagaimana
diriwayatkan dari
Jabir RA, ia berkata,
"Saya pernah masuk
ke rumah Rasulullah
SAW yang ketika itu
sedang merangkak,
dan di atas
punggungnya terlihat
Al Hasan dan Al
Husain sedang duduk.
Beliau berkata
kepada kedua cucunya,
"Unta yang paling
bagus adalah unta
kalian ini,
dan orang adil yang
paling baik adalah
kalian berdua."
Pada kesempatan
lain, Rasulullah SAW
pernah membariskan
anak - anak
kecil seperti,
Abdullah, Ubaidillah
dan Katsir bin Abbas.
Kemudian
beliau berkata
kepada mereka, "Siapa
yang lebih dahulu
sampai kepadaku
maka baginya hadiah."
Merka pun berlomba
menuju Rasulullah
SAW, diantara
mereka ada yang
merih punggungnya,
dan adapula yang
meraih dadanya.
Rasulullah SAW lalu
menciumi mereka dan
menepati janji
beliau kepada
mereka, dengan
memberikan
hadiah.Dan masih
banyak lagi hadits
yang
menerangkan betapa
Rasul SAW sangat
cinta pada anak -
anak sehingga
beliau tidak segan -
segan bergaul dengan
mereka.
Wahai para orang tua,
jika anda membuat
jarak antara Anda
dengan anak,
sama halnya Anda
telah membuat jurang
yang dalam. Jurang
kebencian anak
kepada orang tuaanya.
Kelak jika dewasa,
jangan berharap anak
Anda akan
menemani Anda, walau
sekedar berbincang -
bincang dengan Anda.
Kedekatan
Anda dengan anak
diwaktu kecil
menjadi patokan
kedekatan anak Anda
dengan Anda kelak
ketika mereka telah
dewasa. Banyak orang
tua yang
sudah renta karena
kesibukan anaknya,
dititipkan di panti
jompo,
sebagaimana dulu
karena kesibukan
orang tua, sang anak
dititipkan pada
'baby sitter' atau
tempat penitipan
anak. 'Naudzubillahi
min dzalik.
|